Wednesday, November 18, 2020

DIJUAL LUKISAN IKAN HIAS MERAH by DANIEL DE QUELYU

 

IKAN HIAS MERAH

By. Daniel de Quelyu


Setelah selesai bertugas dari Angkatan Darat, bapakku memulai biznis dengan berternak ayam potong, cukup menjanjikan memang karena tiga sampai empat bulan ayam-ayam sdh bisa dijual. Dari ternak ayam potong kemudian berkembang dengan berternak ayam petelur. Setiap dua hari sekali bapak membawa telur-telur tersebut ke pasar.

Disamping pekerjaan rutin mengurus ayam, bapak juga hoby memelihara ikan hias yang berwarna merah. Tidak peduli ikan hias jenis apa kadang ikan pedang, lain waktu ganti ikan mas dan lainnya yang pasti warnanya merah dan hanya tunggal, hanya seekor saja.
Namun sayang ikan hias itu hanya bisa bertahan beberapa hari saja, karena hanya ditempatkan dalam toples kaca bening besar bekas tempat taucho dengan alat gelembung oksigen tanpa filter sirkulasi air.
Suatu hari sewaktu pulang sekolah aku melihat sebuah aqurium kaca yang berukuran cukup besar disudut ruang tengah, lengkap dengan gelembung oksigen dan filter airnya. Tak ketinggalan se-ekor ikan hias merah yang berenang bebas didalamnya.

Sedangkan toples bekas taucho teronggok disamping lemari dapur, melihat itu aku punya ide untuk mempergunakan toples itu sebagai wadah aduan ikan sepat.
Selesai makan siang aku mengajak adikku yang masih duduk diTK untuk mencari ikan sepat. Dengan berbekal tampah bekas dan kaleng susu, kami bergegas menuju ke-kebun pisang Haji Badar karena disekeliling kebun pisangnya diberi selokan air yang cukup lebar dan banyak ditumbuhi teratai dan lotus.
Walau lumpur sudah sebatas paha namun aku dan adikku tetap semangat berusaha menanggok ikan sepat, usaha kami tidak sia-sia ahirnya kami mandapat dua ekor ikan sepat jantan. Sebelum pulang kami berdua membersihkan tubuh dan pakaian agar tidak dimarahi bapak.

Sesampai dirumah, atraksi aduan ikan sepatpun dimulai, cukup seru walau dengan sembunyi- sembunyi dibelakang kandang ayam. Namun teriakan kami ternyata cukup menarik perhatian bapak yang tak lama muncul dibelakang kami. "Dapat ikan sepat dari mana itu" tanya bapak. "Nanggok diselokan kebun pisang Haji Badar pak " jawab adikku dengan nada bangga, padahal seminggu yang lalu ada seorang anak yang tenggelam dilumpur saat nanggok ikan, untung masih bisa tertolong.
Tak ayal aku dan adikku mendapat sabetan rotan dikaki dan aku sebagai kakak yang bertanggung jawab yang usianya dua tahun lebih tua mendapat bonus sabetan dua kali lebih banyak. Sakitnya jangan ditanya, dan selanjutnya kami disuruh mandi, ganti pakaian dan masuk kamar tidur.

Saat bangun tidur aku melihat toples taucho sdh diletakkan diatas rak makanan ayam. Sedangkan ikan sepat kami sudah dicemplung kedalam sumur.
Aku dan adikku hanya memandang sedih kedalam sumur.
"Ikan sepat kita pasti sedang bertarung didalam sana" kataku lirih.
"Tapi bang pasti ngga seru, karena ngga ada yang sorakin" timpal adikku dengan polosnya.
"Iya juga siiih.... "
Hahahahaha ! 😀😃

IKAN HIAS MERAH
Oil on canvas
110 x 110 cm










Monday, November 2, 2020

DIJUAL LUKISAN GANG SINGAPUR by Daniel de Quelyu

 Dimasa pandemi saat ini kebanyakan waktu hanya dihabiskan dirumah saja. Dan sesekali merindukan masa2 "merdeka" disaat yg lalu, berpetualang kemana kaki melangkah. Menikmati kehidupan dan panorama negeri tetangga yang seyogyanya tak jauh berbeda dengan suasana dan kehidupan dinegeri kita sendiri.


Seperti halnya disebuah kota kecil di Thayland, suatu siang saat melintas dikota itu ada sebuah jalan yang bangunannya bernuansa klasik dan yang hampir semua toko disana menjual emas. Dan juga ada beberapa calo yg menawarkan untaian perhisan kalung.

Pemandangan dan nuansa yg ada disana mengingatkan saya akan sebuah jalan yang ada di Pangkal Pinang. Suasana yang begitu akrab dan ramah membawa saya kembali untuk mengenangnya.

GANG SINGAPORE adalah nama sebuah jalan di Pangkal Pinang, yang dikiri dan kanan jalannya terdapat toko2 yang menjajakan emas dari dulu hingga sekarang. Orang Bangka akan menuju kejalan itu bila berhubungan dengan emas.

GANG SINGAPORE
Oil on canvas. 










GAMANG by Daniel de Quelyu

 Satu lagi dari sekian banyak gambar2 lamaku ketemu lagi. Yang satu ini tertanggal 23 febuari 1989. Aku masih ingat dengan modelnya yang tak lain mbak tetangga sebelah rumah.

Waktu masih bujang aku sudah memiliki rumah walau kecil tapi ada dua kamar tidur, cukup utk aku dan adikku laki2.

Nah si mbak ini suaminya seorang guru esema, yang sering pulang malam, katanya sih ngajar dibeberapa sekolah swasta. Setiap kali suaminya pulang telat simbak sdh menunggu dengan gelisah diteras rumah sambil jalan mondar mandir dan dengan bibir yg komat- kamit seperti baca mantra.

Saya yang kebetulan lagi belajar menggambar, langsung saja momen tersebut saya tuangkan dikertas carton. Yang pasti tanpa sepengetahuan simbak model, karena saya bersembunyi dibalik horden jendela kaca ruang tamu. 😀😁😊

GAMANG (1989)
waco on paper














Tuesday, August 25, 2020

LUKISAN ANAK PENYEMIR SEPATU ( by Daniel de Quelyu )

 

JUAL LUKISAN ANAK PENYEMIR SEPATU OLEH DANIEL DE QUELYU.

JUDUL: ANAK PENYEMIR SEPATU
Lukisan anak penyemir sepatu, dijaman abad pertengahan di Eropa banyak anak laki2 yang berprofesi sebagai tukang semir sepatu selain menjajakan koran.  Karena jasa yang diterima biasanya lebih banyak diterima karena terima dari para pemilik sepatu. 
Seperti yang terlihat dalam lukisan dibawah ini, selain menerima upah uang, ia juga mendapat bonus sebuah apel yang membuat ia tersenyum gembira.

TEKNIK: Dengan menggunakan pisau pallete

UKURAN: 
60 x 80 cm
Minyak di atas kanvas





Sunday, August 2, 2020

DIJUAL LUKISAN PEMUDA BALI BY DANIEL DE QUELYU


LUKISAN PEMUDA BALI
# DEBAGUS #

By Daniel de Quelyu
Oil on canvas
50 x 70 cm
=====================

DEBAGUS lukisan yang dibuat dengan teknik melukis dibawah kain jaring ini terinspirasi dari sebuah panggilan atau sapaan untuk laki- laki remaja di Bali.

Apabila kita berhadapan engan remaja ataupun laki- laki muda Bali yang belum kita kenal, kita bisa memanggilnya dengan sapaan GUS. Arti Gus dalam bahasa bali adalah ganteng, selain itu Gus juga digunakan untuk penyebutan Ida Bagus yang merupakan panggilan untuk orang Bali yang berasal dari kasta Brahmana.
Ida Bagus kerap pula disingkat menjadi DEBAGUS.






















Wednesday, June 24, 2020

LUKISAN BUNGA DALAM KERANJANG ( BY DANIEL DE QUELYU )



LUKISAN BUNGA DALAM KERANJANG
BY DANIEL DE QUELYU.
0818597166

Lama sudah rasanya tidak pulang kerumah tempat kelahiran, setelah orang-orang yg dicintai sudah tak lagi ada dan saudara-saudara yg dikasihi telah lama pergi meninggalkan rumah kayu. Kadang timbul kerinduan untuk berkumpul kembali dan mendengar gelak tawa serta canda ria bersama seperti waktu kecil dulu....

Rumah kayu yang berdinding papan disaat hujan dinginnya menusuk hingga ketulang, dan monopoli selimut diwaktu tidur sering kali diahiri dengan tangisan sibungsu yang selalu gagal mendapatkan selimut diantara saudara lelakinya.

Rumah kayu yang berhalaman luas selalu memberi tempat bagi kami bersaudara bermain petak umpat. Rumah yang selalu hangat dengan celoteh dan teriakan serta tangis kecil kami. Juga rumah impian setiap anak untuk melepaskan penat setelah seharian beraktivitas.

Dan pagi hari adalah momen terindah dari seluruh bentang waktu yang ada, dimana akan tampak halimun bergayut mesra memeluk genting merah rumah kayu, seakan enggan untuk berpisah ...

Hamparan rumput hijau yang berselimut embum tipis dan bunga2 seribu bermunculan dirimbun daunnya, tumbuh subur disekeliling rumah dengan aneka warna yang memukau, putih, biru muda, ungu pucat, pinky serta kuning .....

Namun kini rumah kayu sudah semakin tua dan sepi, seakan kehilangan gairah setelah ditinggal pergi para penghuninya. Tahun-tahun yang penuh dengan bahagia seakan lenyap dan berlari entah kemana.
Hanya bunga2 seribu yang masih setia untuk tersenyum walau tak lagi cantik seperti dulu. Bunga2 seribu senantiasa memanggilku pulang, tuk mengingat akan sagalanya. Tentang mimpi yang terlewatkan,....

Lukisan dibawah ini terinspirasi akan kerinduan rumah tua di kampung halaman yang berdinding papan. Sekeranjang bunga seribu tergantung digagang pintunya, seakan berkata....... WELCOME HOME GUYS!

Judul Lukisan : Welcome Home (2014)
Ukuran : 100 x 120 cm







LUKISAN PERAHU LAYAR ( YACHT)


LUKISAN PERAHU LAYAR (YACHT)

Seorang direktur sebuah bank ternama suatu senja mengontak hp saya untuk menemuinya disebuah cafe. Ia teman baik saya dan begitu ketemu ia menyampaikan maksudnya memanggil saya, bahwasanya ia membutuhkan beberapa lukisan untuk dipajang dibeberapa ruang dalam kantornya.
Lalu ia mengajak saya ke-kantornya, berkeliling keruangan yang membutuhkan lukisan untuk dipajang. Saya kemudian mengukur panjang dan tinggi dinding agar dapat menentukan besar lukisannya, dan karakteristik serta tema lukisan. Semuanya berjalan dengan lancar dan sesuatunya sudah disepakati.
Dan sebelum pulang ia menyodorkan sebuah foto utk dilukis, sebuah perahu layar (yacht) yang sedang berlayar di perairan Saint Tropez-Perancis. Sang direktur mengatakan bahwa foto itu merupakan sebuah dream baginya dan lukisan tersebut akan dipajang diruangannya.

Setelah satu bulan semua pesanan sudah selesai dan siap dipajang. Semua lukisan ditempatkan pada posisinya dan lukisan perahu layar (yacht) dipasang diruangan sang direktur. Lukisan tersebut saya beri judul YANG PERGI YANG BERLAYAR. Selang beberapa bulan teman saya sang Direktur tersebut dipindahkan kekantor pusat di Jakarta, menduduki jabatan yang lebih tinggi lagi.
Selamat jalan sahabat kiranya sukses menyertaimu selalu.

Judul : YANG PERGI YANG BERLAYAR (SOLD OUT)
Oil on canvas 70x100 cm

DQ Art Gallery menerima pesanan art painting :
Semua aliran lukisan
Email : danieldq2016@gmail.com
SMS/WA :0818597166